



Partai Garuda kembali menegaskan komitmennya mendorong wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Mekanisme ini dinilai lebih mampu menekan dampak sosial di masyarakat sekaligus menguatkan peran partai politik sebagai pilar utama demokrasi. Sikap tersebut ditegaskan jajaran pimpinan pusat Partai Garuda saat melakukan konsolidasi dengan pengurus daerah di Bali.
Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menyampaikan bahwa gagasan pilkada tidak langsung bukan hal baru dan telah lama menjadi sikap resmi partainya. Ia menegaskan, konstitusi tidak pernah mengatur bahwa pemilihan kepala daerah harus dilakukan secara langsung.
“Baik pemilihan langsung maupun tidak langsung, keduanya sama-sama demokratis. Konstitusi hanya menyebut dipilih secara demokratis, bukan menentukan mekanismenya,” ujar Teddy di Denpasar.
Menurut Teddy, evaluasi terhadap pilkada langsung selama ini justru menunjukkan dampak sosial yang serius. Konflik horizontal dan melemahnya kohesi sosial menjadi konsekuensi yang kerap muncul di tengah masyarakat.
“Yang kami nilai bukan hanya soal partisipasi, tapi dampaknya. Pilkada langsung sering menyeret masyarakat yang minim pendidikan politik ke dalam konflik. Tetangga bisa bertengkar, keluarga terpecah, bahkan konflik di grup WhatsApp RT dan RW hampir semua merasakannya,” jelasnya.
Ia bahkan menilai mayoritas perpecahan sosial dalam beberapa tahun terakhir berkaitan erat dengan kontestasi politik lokal. “Saya kira sekitar 90 sampai 95 persen perpecahan sosial di masyarakat dipicu oleh pilkada langsung,” tegas Teddy.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Garuda, Ihsan Jauhari, menekankan bahwa penguatan partai politik menjadi kunci utama apabila pilkada dikembalikan melalui DPRD. Menurutnya, mekanisme tersebut justru membuka ruang partisipasi publik yang lebih terstruktur melalui partai.
“Bukan berarti ketika dipilih DPRD masyarakat kehilangan akses terhadap bupati, wali kota, atau gubernur. Justru ini momentum agar partai politik benar-benar berfungsi sebagai saluran aspirasi rakyat,” kata Ihsan.
Ia menegaskan partai politik tidak boleh lagi bersikap elitis dan tertutup. Keterlibatan rakyat harus diperkuat dalam menentukan arah dan pilihan politik melalui mekanisme partai.
“Kalau ingin kepala daerah yang baik, maka partainya juga harus baik. Partai harus menjadi agen utama perbaikan bangsa, bukan sekadar kendaraan elektoral,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Garuda Bali, I Gusti Agung Ronny Indra Wijaya Sunarya atau Gung Ronny, menyebut kehadiran DPP di Bali sebagai bentuk perhatian serius pimpinan pusat terhadap daerah yang dinilai strategis secara nasional.
“Ini wujud kecintaan DPP kepada Bali. Bali menjadi prioritas, meskipun secara politik masih masuk zona merah bagi Partai Garuda,” ungkap Ronny.
Ia menegaskan kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan kader agar tidak terjebak sikap pragmatis. “Kami ingin membangun kader yang militan, bukan pragmatis. Bali harus menjadi contoh pengelolaan partai yang serius,” katanya.
Ronny juga menyoroti berbagai persoalan strategis di Bali, mulai dari sampah, kemacetan, hingga arah pembangunan pariwisata. Ia menyebut hasil pemantauan langsung pimpinan pusat akan disampaikan kepada Ketua Umum Partai Garuda untuk diteruskan kepada Presiden.
“Apa yang direkam pimpinan pusat di Bali akan menjadi bahan untuk disampaikan langsung ke Presiden. Bali sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan perhatian nasional,” tegasnya.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Teddy dan Ihsan menegaskan kesiapan Partai Garuda menghadapi Pemilu 2029 dengan menempatkan generasi muda sebagai kekuatan utama. Teddy mengingatkan bahwa perubahan besar dalam sejarah bangsa selalu digerakkan oleh anak muda.
“Kalau anak muda antipati terhadap politik, mereka hanya akan jadi penonton. Padahal semua kebijakan lahir dari keputusan politik,” kata Teddy.
Senada, Ihsan menegaskan Partai Garuda terus membuka ruang rekrutmen seluas-luasnya bagi tokoh lokal, anak muda, dan masyarakat yang memiliki komitmen memperjuangkan daerahnya.
“Cara memperbaiki bangsa hanya dua: memperbaiki partai politik dan memperbaiki sistem rekrutmen. Itulah yang sedang kami jalankan,” pungkasnya.
sumber : https://dunianewsbali.com/partai-garuda-dorong-pilkada-lewat-dprd-dan-penguatan-kader-bali-dijadikan-etalase-politik-nasional/
https://dunianewsbali.com/partai-garuda-dorong-penguatan-parpol-dan-evaluasi-pilkada-siapkan-konsolidasi-nasional-menuju-2029/
https://dunianewsbali.com/partai-garuda-dorong-evaluasi-sistem-pilkada-nasional-tegaskan-konsistensi-menuju-2029/